Perasaan... adalah sesuatu yang hanya bisa dirasa. Sesuatu yang hanya diketahui oleh sang pemilik hati dan dan oleh Sang Khalik saja. Terkadang, ketika rasa itu datang, membuat siklus hidup tak lagi normal. Rasa itu betul - betul menguasai jiwa. Tapi, tak banyak yang tahu bagaimana peliknya gemuruh yang ada di dalam hati ini. Adakalanya perasaan yang muncul, menjadi penggerak seluruh anggota tubuh untuk berbuat, namun kadangkala membuat anggota gerak menjadi lemah lunglai tak berdaya akibat perasaan itu. Perasaan itu memang kadang menyiksa, tetapi kadang membuat semangat berapi - api dan membara laksana mentari di pagi hari.
Begitu banyak perasaan yang bisa kita pendam di hati. Ada senang, bahagia, suka, cinta, sedih, kecewa, benci, bosan, jemu, malas, semangat, rindu, takut, dan beribu - ribu jenis perasaan lainnya. Semuanya datang silih berganti, tak kenal siang tak kenal malam.
Ada beberapa orang yang tak mampu memendam rasa. Semuanya tercurah dalam raut muka dan tindak tanduknya. Tetapi adapula sebagian yang dengan rapi menyimpan semua gejolak perasaannya. Tak ada yang tahu. Semuanya terpedam dalam lubuk hatinya yang terdalam. Tapi, ada pula orang yang seimbang menumpahkan rasa yang ada dalam hatinya. Ia tahu mana yang pantas diungkapkan, dan mana yang tidak pantas. ia tahu betul rasa yang mana yang boleh menggerakkan raganya, dan rasa yang mana yang betul -betul harus dilenyapkan dari dalam hatinya.
Inilah yang harus dilakukan.... membunuh perasaan yang tidak boleh atau tidak pantas ada.. Nah...!! Sekarang pertanyaannya, apa standar boleh atau tidak boleh itu ??
yang menjawab diri kita masing - masing.. sesuai dengan pemahaman kita dan keyakinan kita.
Dan bagi kita seorang muslim, standar itu adalah aturan agama. Al - Qur'an dan Sunnah
'Ada segumpal darah yang apabila ia baik, maka baik pulalah keseluruhan badannya, dan pabila ia buruk, maka buruk pulalah seluruh tubuhnya. itulah hati.. '
Tidak ada komentar:
Posting Komentar